Jumat, 23 April 2010
Konflik Komunikasi dalam Bisnis
a. Everet M. Rogers:
b. Bernard dan Gery
- Berkomunikasi sesuai tingkatan bahasa para pendengarnya.
Seorang pedagang makanan yang hanya lulusan SMP tentunya akan kesulitan mengerti pembicaraan seorang sarjana teknik yang berbicara menggunakan istilah-istilah tekniknya.
- Mengerti keinginan arah pembicaraan dari para pendengarnya,
Sekelompok remaja SMA tentunya wajar jika tidak tertarik pada pembicaraan mengenai permasalahan bagaimana merawat dan mendidik balita yang disampaikan seorang ibu rumah tangga.
- Mengerti kelas sosial para pendengarnya.
Sekelompok petani didesa tentunya tidak mengerti dan tidak tertarik pada pembicaraan seorang pialang mengenai perdagangan saham.
- Memahami latar belakang serta nilai-nilai yang dipegang teguh para pendengarnya.
Seorang ahli presentasipun akan sangat kesulitan menembus dan merubah kekeras-kepalaan pendapat seorang individu apalagi kelompok masyarakat yang mengkonsumsi makanan pokok nasi menjadi gandum, kentang atau lainnya walaupun didukung “bukti-bukti dan alasan yang kuat dan benar”
- Memahami Adat Kebiasaan Atau Kultural
Setiap kultur mempunyai aturan komunikasi sendiri-sendiri. Aturan ini menetapkan mana yang patut dan mana yang tidak patut. Pada beberapa kultur, orang menunjukkan rasa hormat dengan menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya. Dalam kultur lain, penghindaran kontak mata seperti ini dianggap mengisyaratkan ketiadaan minat
“Adalah pendengar yang menentukan bagaimana sebaiknya sebuah pesan dimengerti”. Bagaimana dan seperti apa sudut maupun cara pandang seseorang terhadap apa yang didengar, dilihat atau dimengerti sangatlah di bentuk oleh latar belakang dan pengalaman pribadi perorangan.
Cara Mengatasi Konflik Dalam Bisnis
Sehingga untuk mensiasati masalah ini bias dilakukan dengan berbagai cara.
Sabtu, 10 April 2010
Komunikasi Bisnis
1. Komunikasi Dalam Bisnis
2. Kepekaan Terhadap Lingkungan Sosial
- Kunci Mengasah Bahasa Tubuh
- Kenali penampilan, perilaku dan kebiasaan anda sendiri.
- Pelajari dan perbaiki sikap dan gerakan standar yang memberi nilai plus saat anda berkomunikasi.
- Bersikaplah tenang dan logis, baik tutur kata maupun sikap.
- Cermati bahasa tubuh yang berkaitan dengan adat kebiasaan setempat.
Memberi Kesan yang Baik Saat Duduk
- Duduklah tegak dan tidak merosot dikursi, dalam posisi miring atau segaris dengan kedua kaki merapat.
- Saat duduk letakkan tas anda disamping kiri kursi atau belakang sandaran kursi.
Yang harus Diperhatikan saat Anda duduk
- Duduk mengangkat atau menumpangkan kaki tidak dilarang. Tapi jangan sampai kaki atau alas sepatunya terlihat.
- Duduklah dengan sikap tegak, rentang paha tidak melebihi lebar pinggul.
Disebelah Mana tamu Anda duduk
- Ayunkan langkah kaki dengan sewajarnya, jangan terlalu melebar atau terlalu menyempit.
- Upayakan kedua kaki anda menapak ketanah dengan mantap.
- Berdirilah dalam posisi tegak.
- Tarik bahu anda agar tidak menutup tubuh anda.
- Atur posisi kedua kaki yang nyaman untuk menopang tubuh anda
- Arahkan pandangan mata kedepan.
2. Kepekaan Terhadap Lingkungan Sosial
Langganan:
Postingan (Atom)