Sabtu, 13 November 2010

Perkembangan Ilmu Ekonomi

Sejarah perkembangan ilmu ekonomi

Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.

Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.

Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.

Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.

Ilmu ekonomi adalah suatu bidang studi yang sudah cukup lama berkembang. Sebagai satu bidang ilmu pengetahuan, perkembangannya bermula sejak tahun 1776, yaitu setelah Adam Smith – seorang pemikir dan ahli ekonomi Inggris – menerbitkan bukunya yang berjudul: “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.” Beberapa pandangan dalam buku beliau masih tetap mendapat perhatian dalam pemikiran ahli-ahli ekonomi pada masa kini. Adam smith dapat dianggap sebagai “bapak ilmu ekonomi”.

Sebelum era Adam Smith sebenarnya sudah banyak pemikiran-pemikiran yang dikemukakan mengenai persoalan-persoalan ekonomi yang dihadapi oleh suatu negara. Tetapi tulisan-tulisan itu tidak dikemukakan secara sistematik. Topik-topik yang dibahas masih terbatas dan belum ada analisis yang menyeluruh tentang berbagai aspek kegiatan perekonomian dalam suatu masyarakat. Keterbatasan analisis itu menyebabkan pula pemikiran-pemikiran ekonomi masih belum dapat dipandang sebagai satu cabang ilmu yang berdiri sendiri.

Dalam dua abad setelah zamannya Adam Smith, dunia telah menjadi sangat berkembang. Dalam masa hidup Adam Smith, Revolusi Industri baru saja akan bermula. Sekarang ini kegiatan industry sudah sangat canggih dan teknologi yang digunakan sudah sangat berbeda dengan yang terdapat pada zamannya Adam Smith. Juga organisasi perusahaan sudah jauh lebih kompleks dan system kegiatan memproduksi sudah jauh lebih rumit. Corak kegiatan perekonomian negara secara keseluruhannya juga sudah sangat berbeda. Pertumbuhan dan modernisasi kegiatan ekonomi di berbagai negara sangat mempengaruhi perkembangan pemikiran-pemikiran ekonomi sejak penerbitan buku Adam Smith seperti dinyatakan diatas.

Pada masa ini berbagai analisis dalam ilmu ekonomi telah menjadi lebih kompleks dan member gambaran yang lebih lengkap mengenai kegiatan suatu perekonomian. Secara garis besarnya, analisis utama dalam ilmu ekonomi dapat dibedakan kepada dua bentuk teori mikroekonomi dan teori makroekonomi.


Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).

Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas, teori lingkaran ekonomi, invisble hand, informatic economy, daya tahan ekonomi, merkantilisme, briton woods, dan sebagainya.

Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisa ekonomi adalah "pembuatan keputusan" dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pilihan-pilihan. misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama. Gary Becker dari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini kadang-kadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.

Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Metodologi

Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.

Sistem perekonomian

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

Perekonomian terencana

Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.

Perekonomian pasar

Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.

Perekonomian pasar campuran

Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.

Referensi:

- Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

- Griffin R dan Ronald Elbert. 2006. Business. New Jersey: Pearson Education

- Sukirno, Sadono.2005.Mikro Ekonomi.PT RajaGrafindo Persada, Jakarta


Pendapat Saya :

Ilmu Ekonomi yang dari dulu sudah mulai berkembang karena Para Ilmuwan yang mengembangkan dan banyak Ilmuwan yang mengemukakan pendapatnya maka dari mereka ilmu ekonomi dapat berkembang seperti saat ini. Semakin berkembangnya zaman semakin berkembang pula suatu ilmu - ilmu yang telah banyak berkembang dari Para Ahli ekonomi yang telah banyak belajar dan mulai lebih mengembangkan lagi ilmu - ilmu yang ada.

Jumat, 23 April 2010

Tentang Kepekaan Terhadap Lingkungan Hidup

Lingkungan Hidup

Ini semua berawal dari pengertian mengenai ”lingkungan hidup”. Pengertian salah kaprah mengenai ”lingkungan hidup” selama ini hanyalah sebatas pada makhluk hidup (manusia, binatang dan tumbuhan). Interaksi makhluk hidup dengan makhluk tak hidup jarang dibahas. Padahal lingkungan hidup adalah semua yang ada di Bumi ini, tempat manusia berkembang selama jutaan tahun. Mulai dari struktur tanah, biota yang hidup dalam tanah, angin dan perubahannya, cahaya matahari, asap, air dan perubahan fisiknya, hingga penggundulan hutan, ledakan gunung berapi dan dampaknya, kerusakan terumbu karang, bahkan mencairnya es di kutub. Semua bergabung dalam sebuah komunitas besar yang dinamakan biosfer.

Begitu luasnya cakupan lingkungan hidup sehingga dalam pelajaran di sekolah, pengajar akan dihadapkan pada situasi untuk melihat permasalahan lingkungan hidup hanya pada satu sisi atau sepotong-potong saja. Dibutuhkan kapabilitas lebih bagi tenaga pengajar untuk bisa mengajarkan secara utuh mengenai lingkungan hidup. Ini karena banyaknya disiplin ilmu yang terlibat, selain juga juga kemampuan untuk mengaitkan satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu lain, misalkan kimia-fisika-biologi.

Sisi lain adalah perkembangan ilmu yang begitu pesat, dan terutama dipelopori oleh negara-negara maju, sehingga dibutuhkan kemampuan untuk mempelajari informasi terbaru dengan cepat dan mentransfer ilmu tersebut ke siswa. Pesatnya perkembangan ilmu tersebut itulah yang menjadikan bahan ajar di sekolah menjadi tertinggal dari ukuran ideal.

Sementara, permasalahan lingkungan hidup kian nyata dan masif (mulai dari pencemaran dan perubahan iklim) serta tidak kasat mata seperti mutasi virus-virus penyakit.

Kesenjangan itulah yang harusnya diisi dengan kegiatan tambahan sehingga secara keilmuan dapat memahami lingkungan hidup lebih utuh dan secara praksis mampu melakukan kegiatan yang bersifat pelestarian dan penanaman perilaku cinta lingkungan.

Generasi Hijau dan Sekolah Hijau

Nilai-nilai pendidikan yang bersifat menyeluruh yang mengasah aspek motorik, kognitif, dan afektif, serta mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual berujung pada pembentukan sebuah generasi baru yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Generasi baru yang menghadapi tantangan dan lingkungan yang berbeda dan bahkan lebih keras.

Pada situasi dimana kondisi lingkungan tidak ramah lagi, tumbuhnya Generasi Hijau (Green Generation) menjadi penting. Generasi hijau inilah secara internasional dikampanyekan pada tahun 2009 ini. Prinsipnya adalah memperjuangkan reduksi emisi gas rumah kaca (GRK) pada masa mendatang dengan menggunakan energi ramah lingkungan yang menggantikan bahan bakar fosil (seperti BBM dan batu bara), komitmen setiap individu untuk menggunakan energi secara berkelanjutan dan bertanggungjawab, menciptakan ekonomi hijau (Green Economy) yang dapat mengangkat masyarakat dari kemiskinan dengan memberikan peluang pekerjaan hijau (green jobs) dan mengubah sistem pendidikan global menjadi sistem pendidikan hijau (green education).

Generasi hijau akan terwujud bila ada kristalisasi perilaku individu dalam lingkup yang lebih luas yaitu komunitas, baik formal (institusi pendidikan) maupun non formal ( institusi masyarakat).

Dari catatan sejarah, terbukti bahwa perubahan dan munculnya sebuah generasi diawali dari dunia pendidikan. Karenanya penting menerapkan prinsip-prinsip lingkungan hidup pada lingkungan pendidikan dalam wahana Sekolah Hijau (green school).

Konflik Komunikasi dalam Bisnis


a. Everet M. Rogers:
b. Bernard dan Gery

- Berkomunikasi sesuai tingkatan bahasa para pendengarnya.
Seorang pedagang makanan yang hanya lulusan SMP tentunya akan kesulitan mengerti pembicaraan seorang sarjana teknik yang berbicara menggunakan istilah-istilah tekniknya.
- Mengerti keinginan arah pembicaraan dari para pendengarnya,
Sekelompok remaja SMA tentunya wajar jika tidak tertarik pada pembicaraan mengenai permasalahan bagaimana merawat dan mendidik balita yang disampaikan seorang ibu rumah tangga.
- Mengerti kelas sosial para pendengarnya.
Sekelompok petani didesa tentunya tidak mengerti dan tidak tertarik pada pembicaraan seorang pialang mengenai perdagangan saham.
- Memahami latar belakang serta nilai-nilai yang dipegang teguh para pendengarnya.
Seorang ahli presentasipun akan sangat kesulitan menembus dan merubah kekeras-kepalaan pendapat seorang individu apalagi kelompok masyarakat yang mengkonsumsi makanan pokok nasi menjadi gandum, kentang atau lainnya walaupun didukung “bukti-bukti dan alasan yang kuat dan benar”
- Memahami Adat Kebiasaan Atau Kultural
Setiap kultur mempunyai aturan komunikasi sendiri-sendiri. Aturan ini menetapkan mana yang patut dan mana yang tidak patut. Pada beberapa kultur, orang menunjukkan rasa hormat dengan menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya. Dalam kultur lain, penghindaran kontak mata seperti ini dianggap mengisyaratkan ketiadaan minat
“Adalah pendengar yang menentukan bagaimana sebaiknya sebuah pesan dimengerti”. Bagaimana dan seperti apa sudut maupun cara pandang seseorang terhadap apa yang didengar, dilihat atau dimengerti sangatlah di bentuk oleh latar belakang dan pengalaman pribadi perorangan.

Cara Mengatasi Konflik Dalam Bisnis


Didalam hubungan komunikasi di suatu lingkungan kerja atau perusahaan konflik antar individu akan sering terjadi. Konflik yang sering terjadi biasanya adalah karena masalah kominikasi yang kurang baik. Sehingga cara mengatasi konflik dalam perusahaan harus benar-benar dipahami management inti dari perusahaan, untuk meminimalisir dampak yang timbul.

Permasalahan atau konflik yang terjadi antara karyawan atau karyawan dengan atasan yang terjadi karena masalah komunikasi harus di antisipasi dengan baik dan dengan system yang terstruktur. Karena jika masalah komunikasi antara atasan dan bawahan terjadi bias-bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya mogok kerja, bahkan demo.

Sehingga untuk mensiasati masalah ini bias dilakukan dengan berbagai cara.

1. Membentuk suatu system informasi yang terstruktur, agar tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi. Misalnya, dengan membuat papan pengumungan atau pengumuman melalui loudspeaker.

2. Buat komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan menjadi lancer dan harmonis, misalnya dengan membuat rapat rutin, karena dengan komunikasi yang dua arah dan intens akan mengurangi masalah di lapangan

3. Beri pelatihan dalam hal komunikasi kepada atasan dan karyawan, pelatihan akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru bagi setiap individu dalam organisasi dan meminimalkan masalah dalam hal komunikasi

Biasanya masalah timbul karena lingkungan yang kurang kondusif di suatu perusahaan. Misalnya, kondisi cahaya yang kurang, atau sirkulasi yang kurang baik, dan temperature ruangan yang tinggi sangat mungkin untuk meningkatkan emosi seseorang, jadi kondisi dari lingkungan juga harus di perhatikan

Konflik dalam perusahaan juga sering terjadi antar karyawan, hal ini biasanya terjadi karena masalah diluar perusahaan, misalnya tersinggung karena ejekan, masalah ide yang dicuri, dan senioritas. Perusahaan yang baik harus bisa menghilangkan masalah senioritas dalam perusahaan. Hal ini dapat meminimalisir masalah yang akan timbul, kerena dengan suasanya yang harmonis dan akrab maka masalah akan sulit untuk muncul.

Sabtu, 10 April 2010

Komunikasi Bisnis

1. Komunikasi Dalam Bisnis

Memahami Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh dapat mengungkapkan perasaan Anda yang sesungguhnya. Oleh karena itu pastikan bahasa tubuh anda sesuai dengan kata-kata yang anda ucapkan.

Sikap Tubuh

Sikap duduk Anda mempengaruhi penilaian orang terhadap Anda.ini juga sangat berpengaruh pada kesehatan anda sendiri.

Memberi Kesan yang Baik Saat Duduk

Yang harus Diperhatikan saat Anda duduk

Disebelah Mana tamu Anda duduk

Berjalan yang Baik

Berdiri Sempurna


2. Kepekaan Terhadap Lingkungan Sosial

Ada yang mengibaratkan relasi media massa dan masyarakat kita pada saat ini seperti bermain. Begitu tutupnya terkuak, bermunculan kasus-kasus yang barangkali tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kesannya, mereka seperti berebut keluar untuk meminta perhatian dan kita dibuat kewalahan menghadapinya.

Ketika publik ramai membicarakan suap di lembaga penegak hukum, misalnya, lalu muncul satu per satu kasus yang mengusik rasa keadilan kita. Awalnya, berita proses peradilan kasus-kasus pencurian sepele yang melibatkan wong cilik dari berbagai daerah. Puncaknya, kita dikejutkan fasilitas supermewah bagi seorang terpidana kasus suap. Kini, terbetik pula berita rekayasa penanganan kasus narkoba yang lagi-lagi melibatkan wong cilik yang tak punya akses hukum.Belum selesai dengan ulah oknum penegak hukum, kita dikejutkan oleh heboh facebook. Bermunculan orangtua melapor dan menengarai anaknya hilang akibat kabur atau dibawa kabur teman facebook. Model pacaran via internet pun kemudian sampai harus berakhir di kantor polisi. Geger plagiat atau penjiplakan karya ilmiah menjadi isu berikutnya. Setelah seorang professor muda di sebuah PTN Bandung kedapatan menjiplak artikel, bermunculan kasus-kasus serupa di daerah lain. Bisnis jasa bimbingan pembuatan skripsi, tesis, hingga disertasi yang sudah bertahun-tahun hidup di sekeliling kita tiba-tiba menjadi barang haram.

Di bidang politik juga terjadi kecenderungan serupa. Setelah rakyat kenyang dibombardir oleh tayangan reality show ala Pansus Century yang membongkar berbagai kebobrokan seputar bailout bank bermasalah, tiba-tiba kini bermunculan kasus-kasus lain yang (kebetulan?) melibatkan sejumlah petinggi atau anggota partai. Rakyat hanya bisa mengelus dada, menelan ludah, mungkin sambil menggumam begitu bobrokkah negeri ini?Akhir-akhir ini, kita juga disuguhi secara beruntun berita-berita wong cilik yang tidak memiliki akses kesehatan. Balita-balita dengan kelainan hati, bocah-bocah penderita hydrocephalus, remaja tak punya anus, bayi tanpa tulang tengkorak atas, dan sebagainya, adalah kasus-kasus di mana mereka tidak mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik.

Di Bekasi, yang jaraknya hanya sepelemparan baru dari Jakarta, terbetik kabar seorang balita perempuan penderita .inn- selama dua tahun harus dipasung seharian tiap kali ditinggal bapaknya mencari makan dengan menjadi pengamen jalanan. Sempat jadi urusan polisi, sebelum si bapak dibebaskan karena diyakini belenggu kemiskinan ada di balik perlakuan itu.Kasus-kasus itu mencuat, menggegerkan, dan menyesakkan dada kita lantaran di lingkungan terdekat, kita tak lagi punya cukup kepekaan sosial untuk menangkap penderitaan-penderitaan seperti itu. Abai dengan beragam alasan seolah terlanjur diterima sebagai keniscayaan hidup di kota besar. Aparat desa/kelurahan, sejak pengurus RT/RW hingga Kades/Pak Lurah, mestinya cukup peka merasakan kondisi warga.