1. Pengaruh Sidang APEC
APEC Fokus Pemulihan Ekonomi
SINGAPURA - Sidang tahunan forum kerja sama negara-negara Asia Pasifik (APEC) 2009 menempatkan pemulihan ekonomi dari tekanan krisis sebagai fokus utama pertemuan.
Diharapkan, pertemuan bisa membuat resolusi agar perekonomian negara-negara kawasan ini kembali ke zona aman. Data APEC menyebutkan, pertemuan yang akan dihadiri 21 pemimpin negara anggota dan ratusan delegasi dari berbagai kalangan bisnis dan keuangan global, menempatkan pemulihan krisis sebagai isu utama, meski tetap membahas isu-isu perekonomian global lain.
"Sidang tahunan akan memfokuskan penanganan krisis ekonomi, selain isu-isu global lainnya," pernyataan APEC seperti dilaporkan wartawan Seputar Indonesia dari Singapura.
Isu pemulihan menjadi fokus pertemuan tahun ini menyusul adanya harapan perbaikan kondisi perekonomian negara-negara di dunia setelah dihantam krisis sejak beberapa waktu lalu. Terlebih, perbaikan juga baru berlangsung sesaat dan belum sampai pada fase yang benar-benar aman, sehingga dikhawatirkan gagal.
Terkait itu, forum dikabarkan berkomitmen mempertahankan kebijakan stimulus hingga dampak buruk perlambatan ekonomi global betul-betul diredam dan perekonomian global kembali berada dalam zona aman. "Sebab pemulihan ekonomi saat ini belum berada pada pijakan yang kuat," catat data Komunike APEC.
Untuk meredam dampak perlambatan perekonomian global yang telah berlangsung sejak 2008, negara-negara kawasan Asia Pasifik, seperti Amerika Serikat, China,Jepang,dan Indonesia telah menggelontorkan belanja stimulus yang cukup besar. AS, misalnya, telah menggelontorkan belanja stimulus tak kurang dari USD787 miliar dan diyakini telah mendorong penciptaan lapangan kerja 650 ribu hingga satu juta lapangan kerja.
Kendati begitu, paket belanja stimulus negara-negara Asia diyakini lebih besar dari belanja stimulus AS sehingga bisa tetap menjaga kondisi perekonomian kawasan ini jauh lebih baik dibanding AS maupun Eropa. Khusus, paket belanja stimulus Asia terbesar di antaranya disumbangkan China senilai USD585 miliar.
Indonesia mengalokasikan belanja stimulus hingga Rp73,3 triliun atau 1,3 persen PDB, masing-masing berupa stimulus perpajakan dan kepabeanan sebesar Rp56,3 triliun dan sisanya untuk stimulus infrastruktur. Kebijakan ini direncanakan berlanjut hingga tahun 2010 sebagai bagian dari percepatan pemulihan ekonominya.
Selain soal pemulihan ekonomi, forum tahunan APEC juga membahas perbaikan tata kelola pemerintahan negara-negara anggota, isu perubahan iklim, dan penguatan peran lembaga-lembaga keuangan multilateral maupun negara-negara anggota serta persiapan implementasi putusan pertemuan APEC 1994 di Bogor.
Diketahui, dalam pertemuan APEC tersebut disepakati adanya liberalisasi perdagangan dan investasi kawasan Asia Pasifik mulai 2010 bagi negara-negara maju dan 2020 bagi anggota negara berkembang.Tujuannya, meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi kawasan dan memperkuat kerja sama ekonomi kawasan melalui peningkatan volume perdagangan dan investasi.
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, dalam sebuah interviu dengan stasiun CNBC seperti dikutip The Business Times berpendapat, pertemuan APEC tahun ini bakal kembali pada fokus ekonomi, pertumbuhan, integrasi regional dan perdagangan bebas?isu-isu yang menyatukan mereka 20 tahun lalu.
Menurut Lee, salah satu implementasi yang masih gagal dilaksanakan APEC adalah liberalisasi perdagangan, seperti termuat dalam Putaran Doha. Guna merealisasikan itu, jelasnya, APEC tahun ini akan mendorong pemerintahan baru AS kembali ke pembicaraan Doha sehingga kebijakan perdagangan yang adil bisa terealisasikan.
"Yang paling penting, AS dengan pemerintahnya yang baru harus melakukan sesuatu agar mau memperluas kapasitas politisnya dan menjadikannya (Putaran Doha) prioritas," ujarnya. Secara umum, melalui pertemuan APEC 2009 diharapkan bisa tercipta strategi baru untuk mereduksi ketidakseimbangan perekonomian akibat krisis keuangan yang sangat berat sejak tahun lalu. Sebab krisis dikhawatirkan makin memperlebar ketidakseimbangan ekonomi antara negara-negara APEC.
Di sisi lain, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan menghadiri forum ini. Selain Presiden, turut menghadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Luar Negeri Raden Muhammad Marty Natalegawa, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Wibowo.
Sejumlah pemimpin negara kawasan Asia Pasifik lain memastikan hadir dalam sidang tahunan ini. Di antaranya seperti Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, Presiden China Hu Jintao, Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, dan Perdana Menteri JepangYukio Hayotama.